Jangan Korbankan Siswa
Pada hari jumat, saya lewat jalan Basuki Rahmad. Saya melihat banyak sekali anak SD berjejer dipinggir jalan. Saya berpikir ada apa, ternyata anak-anak tersebut disuruh untuk menyambut arak-arakan piala Adipura. Yang saya sesalkan kenapa anak-anak SD yang dilibatkan? Kalo kita berpikir anak-anak tersebut belum bisa menjaga dirinya. Apalagi waktu saya lihat gurunya tidak nampak, sedangkan para siswa bermain lari-lari. Jika terjadi kecelakaan siapa yang harus bertanggung jawab? Mungkin ini harus jadi bahan pemikiran kita kedepan. Jika kita ingin melibatkan siswa harus dilihat untung ruginya. Pendapat saya untuk hal-hal seperti itu cukup melibatkan siswa SMP dan SMA saja, karena mereka sudah bisa menjaga dirinya.
Kerja Kelompok
Seringkali dalam pembelajaran dikelas maupun diluar, guru memberi tugas dikerjakan secara kelompok. Dalam kenyataannya pekerjaan tersebut hanya dikerjakan oleh beberapa orang saja tampa melibatkan seluruh anggota kelompok.
Oleh karena itu, guru harus pandai-pandai dalam memberi tugas tersebut, sehingga seluruh anggotanya terlibat. Kontrol harus dilakukan oleh guru, baik dalam pengamatan maupun dalam penilaian.
Dalam pengamatan, guru dapat menilai langsung siswa yang aktif maupun yang tidak aktif. Namun karena keterbatasan guru, perlu dilakukan penilaian khusus, misalnya angkat teman sejawat. Masing-masing siswa diberi format penilaian terhadap temannya dimana terdapat indikator tentang keaktifan siswa dalam kelompok tersebut.
Dengan demikian, tugas yang diberikan merupakan hasil kerjasama didalam kelompok, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Image selama ini mengatakan bahwa kita susah untuk bekerjasama, tetapi kerja bersama-sama sering dilakuan!
-
Arsip
- September 2010 (1)
- April 2010 (1)
- Juli 2009 (1)
- September 2008 (1)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (2)
- April 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS